Sabtu, 29 April 2017

Membership & pengurus

Keanggotaan

Saya punya inspirasi sistem keanggotaan Koperasi Setia Bhakti Wanita. Disana ada beda antara anggota, pengurus dan pegawai. Seorang yg diangkat jadi pegawai harian, tidak boleh merangkap jadi anggota. Sedangkan pengurus yg diangkat utk sementara keanggotaannya jg diputus sementara. Tapi kalau gak jadi pengurus ya jd anggota lagi. Sedangkan pegawai ya ttp sepanjang gak ada PHK.

Jadi, pengurus dan pegawai ini full melayani anggotanya. Kayak KPU. Bedanya, disini pengurus memiliki kepentingan.

Nah, kita bs bikin spt itu. Ada pengurus, relawan (pegawai), & ada anggota. Relawan hanya mengabdi pada partai dan membantu mengurus anggota, gak punya hak suara, gak ada kepentingan . Gak tau di partai sdh pernah ada spt ini apa blm.

Dan keduanya bs kita rekrut secara terbuka. Mau daftar jd anggota (yg punya hak suara dan bs dicalonkan.

Mengapa wakil rakyatku tak mewakili aku?

Ya itu semua karena sebuah sistm yang salah. Seorang kader mendaftar partai, ditunjuk atau diangkat partai, lalu menawarkan diri ke masyarakat.



Ini saya yakin jadi keluhan banyak sekali dari rakyat. Ini bs jadi peluang kita marketing mas. Contoh : kelompok masyarakat bs menunjuk seseorang atau beberapa orang di daerah tersebut/komunitasnya untuk menjadi anggota partai kita. Nggak boleh secara pribadi mengajukan diri, harus bbrp orang. Nah, satu syarat kepemimpinan tercapai : nggak boleh mengajukan diri !

Lalu, tentu saja kita akan seleksi kepribadian mereka, yg tentunya sesuai dgn syarat-syarat kita. Juga apakah penunjukan tersebut direkayasa atau alami.


Bahkan disini, kita bs masukkan anggota non muslim, jika mmg pemilih mereka non muslim semua. Misalnya : daerah papua atau NTT.

Disinilah nanti akan ada gejolak, yg gak keterima. Ya itulah politik..

Kedua, nggak berbenturan dgn kepentingan kita. Toh kita gak punya gerakan tunggal kepentingan yg sama. Jadi kita bs tampung semua golongan di masyarakat yg ingin punya wakil rakyat yg baik. Betul2 sistem aspirasi dari bawah !! Nanti mereka Insya Allah akan sukarela iuran demi wakil mereka. Dan juga mendaftar secara online, di komando oleh pemimpin lokal mereka.

Kita hanya seleksi pribadi mereka, bkn kepentingan lokal mereka. Asal tidak bertentangan dengan kepentingan pusat.


Kita bisa sosialisasi ke grp2, mereka juga akan share satu sama lain. Viral mass. Virall. Insya Allah...
Dan kayaknya warna kita harus jelas dulu : hijau, islam, sosial. Karena kita akan banyak tolak kelompok jokower dan ahoker kayaknya..
 

Jika ini jadi pondasi dasar gerakan, maka nggak akan ada anggota abadi partai. Secara lima tahunan bs ganti, sesuai kehendak rakyat..
Anggota abadi ya kita aja.hehe Pendirinya, yg gak pernah boleh menjadi pejabat.. Cukup bagian milihi pejabat..
 

Kita mah hanya aplikasi Gojek Wakil Rakyat mas.. Kita hanya menyeleksi driver (DPR/D), nggak punya agenda pribadi..Jadi kita bkn mendirikan partai, tapi menciptakan startup berbasis IT dlm politik aspirasi..Cmn pakek kendaraan sistem demokrasi yg ada. Harus punya anggota, harus punya cabang, uang, pengurus, sekertariat, dll.
 

Ada versi web, ada versi android : untuk iuran, pelaporan kegiatan, pelaporan kinerja, dll. Keuangan berbasis lokal tapi terintegrasi dgn pusat, nasional..
 

Karena kita bkn penggerak pemikiran, kita gak perlu mikir kaderisasi, koordinasi yg ruwet2, dll. Jadi kita gak akan punya musuh dalam agenda politik, krn vs jadi ketua partainya nanti bkn kita hehe..
Musuh kita yg banyak adalah mereka yg sdh mengajukan diri tapi tidak kita terima..
 

Jadi langkah teknis kita adalah : bikin sistem onlinenya, rekrut bbrp volunter (gak harus selevel kita) utk operasional, bikin page, lalu bikin brosur online utk diviralkan.. Selanjutnya biar mengalir mas
 

Lama-lama kita jadi jadi platform aspirasi mas. Kelompok2 yg ingin eksis tinggal pakek tools kita. Dan, powernya, kita yg menentukan, siapa yg layak pakai dan nggak. Untuk keanggotaan cukup 5 tahun periode saja, jika mereka bagus, bisa diperpanjang, jika tidak bagus ya diganti sama yang lain.

Jumat, 28 April 2017

Syarat-syarat member

Untuk member umum - gak punya hak suara, siapapun boleh jadi member. Update acara diberitahukan, ada sosialisasi diundang, boleh nyumbang.

Sedangkan member terverified adalah melalui seleksi. Memiliki hak suara. Dana bs urun rembug dalam gerakan PSH. Syarat-syarat member ini private, hanya untuk dewan pertimbangan anggota, tidak untuk dipublish (tapi harus siap kalaupun terpublish).

Member Umum :

  • Minimal umur 17th
  • Iuran wajib yg jumlahnya tidak dibatasi per tahun 



Untuk member verified :

  • Umur 30th keatas ( sudah melewati masa sulit dalam rumah tangga) 
  • Muslim 
  • Sholat 5 waktu, dan aktif jamaah di masjid, minimal 3x dalam seminggu. 
  • Tidak memiliki karakter kebencian, walaupun kepada yg beda pendapat atau lawan politik, kecuali kepada yg sudah berbuat kejahatan. 
  • Menyayangi keluarga, tidak pernah menterlantarkan anggota keluarga 
  • Baik sama tetangga (nggak resek)
  • Nggak bakhil (nggak harus dermawan)
  • Tidak pernah menyakiti wanita atau laki-laki 
  • Tidak suka berkata kotor ( baik di medsos maupun kenyataan ) 
  • Iuran wajib minimal 50.000 maksimal 1 juta per 6 bln, 

  • Sedang untuk member kader, bs masuk jenjang kepengurusan :

  • Berani dan vokal dalam menyampaikan kebenaran 
  • Memiliki karakter leadership atau diplomasi 
  • Kepedulian dengan orang miskin dan perlindungan alam maupun binatang 
  • Memiliki visi misi yang sama dengan pendiri : menegakkan hukum Allah, melindungi rakyat kecil, melindungi eksistensi pribumi, membentuk bangsa mandiri, membatasi pengaruh asing, dll. 


Yang tidak boleh jadi member, walaupun sekedar member umum :
 - Berhaluan kiri, komunis, atheis, khususnya yg memusuhi agama
 - Berhaluan liberal, walaupun muslim tapi mempromosikan kebebasan
 -